Album Cover Sebuah Tragedi 1981

Sebuah Tragedi 1981

Ebiet G. Ade

5

Dia nampak tegah berdiri, gagah perkasa

Berteriak tegas dan lantang, ia nakhoda

Sebentar gelap hendak turun

Asap tebal rapat mengurung

Jeritan yang panjang, rintihan yang dalam,

derak yang terbakar, dia tak diam

du du du du du du du du du du du du

Dia nampak sigap bergerak di balik api

Seperti ada yang berbisik, ia tersenyum

Bila bersandar kepadaNya

terasa ada tangan yang terulur

Bibirnya yang kering serentak membasah

Tangannya yang jantan tak kenal diam

Bertanya kepadaNya, "Mesti apalagi?"

Semua telah dikerjakan tak ada yang tertinggal

Geladak makin terbenam, ho harapan belum pudar

Masih ada yang ditunggu mukjizat dariNya

Atau bila segalanya harus selesai

Pasrah terserah kepadaNya

Dia nampak duduk terpekur tengah berdoa

Ia hadirkan semua putranya, ia pamitan

Tanggung jawab yang ia junjung dan rasa kemanusiaan

ia telah bersumpah selamatkan semua

ia rela berkorban jiwa dan raga

du du du du du du du du du du du du

Di tengah badai pusaran air tegak bendera

Ia t'lah gugur begitu jantan, ia pahlawan

Pengorbanannya patut dikenang, jasa-jasanya pantas dicatat

Taburkanlah kembang di atas kuburnya

Berbelasungkawa bagi pahlawan