Album Cover Jakarta I

Jakarta I

Ebiet G. Ade

4

Selamat pagi padamu, Jakarta

di pintumu kau tak sambut tanganku

Hanya suara tawamu kudengar parau, Jakarta

dan nafasmu gemuruh gemerlapan

Seperti sengaja kau ciptakan untukku

Sementara, masih tersisa gema doa di mulutku

Inikah Jakarta? Hanya beginikah sikapmu Jakarta?

Atau aku yang salah bila kukatakan kau tak ramah?

Debu-debu panas di jalanan

nampak sepi dari cinta dan kasih sayang

Tidak seperti di kampungku yang hijau

Di sini takkan kutemui lagi suara seruling

yang ditiup lelaki kecil sambil berbaring

di punggung kerbau yang digembalakannya

Atau nyanyian bambu-bambu seperti musik simfoni

mengiringi anak-anak telanjang bermain

Berkejaran di pematang basah

Selamat malam padamu, Jakarta

Di manakah kau sembunyikan kekasihku?

Atau mataku yang tak mampu lagi mengenali wajahnya?

Sebab, tak ada bau lumpur dan rumput di rambutnya

Seperti ketika dia masih tinggal di kampung

Suka bercanda berdua di bawah malam purnama

Inikah Jakarta? Hanya beginikah kiranya Jakarta?

Kau cambuk punggung siapa saja

yang kalah atau yang tetap bertahan

Bahkan di sini matahari seperti

enggan terbit dari timur lagi

Tidak seperti di kampungku yang damai

Matahari selalu terbit dari sela bukit biru

Dengan warna kuning kemerahan di atas hijau dedaunan

Di bawah burung-burung mulai berterbangan

Di sini aku makin rindu kampungku

Di sini aku makin cinta kampungku

Bersabarlah akan kutundukkan Jakarta untukm